Kenapa Kita Harus Berdakwah?

Mukadimah

Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya, dan menjadi khalifah di muka bumi ini. Untuk merealisasikan dua tujuan mulia tersebut dengan baik, maka Allah swt menurunkan petunjuk berupa wahyu kepada para Rasul dan Nabi-nabiNya. Kemudian mereka mengajarkan wahyu tersebut kepada kaumnya masing masing. Aktivitas inilah yang diberi nama oleh Allah sebagai dakwah. Allah swt telah berfirman, Aktivitas dakwah ini berjalan terus secara berkesinambungan dari seorang Rasul kepada Rasul berikutnya. Setiap Rasul memiliki kader penerus dari pengikut-pengikutnya yang beriman. Sampai akhirnya datangnya Rasul penutup yang mengemban ,misi yang sama, iaitu tauhid. Setelah Rasulullah s.a.w wafat, aktivitas dakwah diemban oleh para pengikutnya. Dakwah merupakan konsekuensi logis begi setiap individu yang mengaku sebagai pengikut beliau, sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam firmanNya, Katakanlah:

“Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf : 108)

Secara eksplisit, ayat diatas menegaskann bahawa siapa sahaja yang mengaku sebagai pengikut Rasulullah s.a.w , maka ia harus melakukan aktivitas menyeru ke jalan Allah ( dakwah ilallah). Dan di sana banyak ayat-ayat yang mengandung perintah langsung untuk melakukan dakwah yang tertuju kepada Rasulullah s.a.w dan umatnya. Salah satu contohnya adalah firman Allah swt berikut ini,

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl : 125)

Dalam surah al-‘Imran Allah telah berfirman ,

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-‘Imran : 104)

Dalam hadits-haditsnya, Rasulullah s.a.w menyeru umatnya untuk melakukan aktivitas dakwah. Antara lain sebagai berikut :

(Abu Said Al Khudry meriwayatkan, bahwa beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barangisapa di antara kalian melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubah dengan tangannya, kalau ia tidak sanggup hendaklah ia merubah dengan mulutnya, kalau ia masih tidak sanggup maka hendaklah ia mengingkarinya dengan hatinya, yang sedemikian ia adalah selemah-lemah iman’ “ (HR Muslim)

Dalam hadist lain beliau bersabda, “Dari Abdullah bin Amru bin ‘ Ash, Rasulullah bersabda, ‘Sampaikan oleh kalian dariku walaupun hanya satu ayat….” ‘ (HR Bukhari)

Kesimpulannya, dari dalil dalil di atas menunjukkan, bahawa aktivitas dakwah (Amar Ma’rif nahi mungkar) adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah sesuai dengan kondisi dan posisi masing-masing. Semuanya akan mendapat balasan dari Allah berdasarkan amal yang dikerjakan. Sebaliknya, meninggalkan aktivitas ini berarti mendatangkan siksaan dari Allah Ta’ala. ~ Marilah mengikhlaskan diri dan meluruskan niat beribadah hanya kepadaNya, dan semoga Allah mengurniakan kita Cinta dan SayangNya dan menemukan kita di Jannah-Nya, InshaAllah ~

-saffa Islam-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: